Pelajaran untuk diri sendiri

Pernah nonton berita islami masa kini, yg di pandu zaskia adiya mecca sama ustad danu (klo nggak salah ngebahas masalah anak), jadi zaskia blg bahwa saya sudah punya anak 3 nih pak ustad, tp kok saya merasa anak2 sering banget sakit, yaa batuk pilek, demam, alergi dan suka sesak…

Kata orang2, mungkin harus ganti nama takut namanya terlalu berat, gmna itu pak ustad”? ustad danu menjawab “anak sakit bukan krn keberatan nama, asal namanya punya arti yg baik tdk perlu diganti, sebenrnya anak yg sakit itu adalah sentilan dr ALLAH SWT “anaknya sakit apa mb zaskia?” zaskia menjawab “batuk pilek pak ustad” kemudian pak ustad menjelaskan… Coba koreksi mb… Saya mau tanya, kira2 dirumah antara mas hanung dan mb zaskia siapa yg suka marah2?? Zaskia menjawab “iya, kayaknya sih saya pak ustad 😁” ustad kembali menjelaskan… Nah, itulah mbak.. Kenapa anak batuk? Itu karena istri suka bicara kasar dan pakai nada yg tinggi sm suami, Allah SWT menegur kalian lewat sakitnya anak..

Kemudian, kalau anak alergi? Saya tanya, siapa diantara kalian kalau dikasih masukan selalu nolak, nggak terima dikasih tau?” “hmmm… Saya lagi nih kayaknya pak ustad…” 😁 kemudian ustad danu kembali bertanya “lalu sakit apalagi nih mb zaskia mecca anaknya? Zaskia menjawab “sesak” ustad danu bertanya :” siapa diantara mb zaskia dan mas hanung yg klo marah suka di tahan, suka ngambek dan diam?” zaskia dgn cpt menjawab “aku” 😁 ustad danu kembali memberi penjelsan, “membawa anak sakit ke dokter, membawa anak ke Rumah Sakit tdk salah, ini karena faktor kebiasaan. Anak dikasih obat sembuh, besoknya sakit lg, dbwa lagi ke dokter jangan sampai ujung2nya kita meNuhankan Dokter, nau’dzubillahumindzaliq…

Kesimpulannya: Allah SWT menegor kita orangtua lewat anak, karena ketika anak sakit orangtua akan merasa hancur bathinnya agar orangtua mampu evaluasi diri… “Salahnya dimna? Kenapa? Bagaimana harus berubah? Agar orangtua sadar diri, dan segera saling memaafkan diiringi perubahan ahlak untuk lebih baik. Suami dan istri harus damai, sehingga pertumbuhan anak2 jg baik, orangtua menjadi tauladan bagi anak2nya.

Memang betul apa yg dijelaskan pak ustad, saya jg merasa begitu.. Jadi, kalau saya sedang memendam amarah terhadap suami saya, sebegitu kesalnya saya sampai2 setiap detiknya saya tidak tenang, dada bergemuruh emosi.. Anak saya rewel, saya ajak tidur sambil menyusuipun diaa masih rewel.. Serba salah, nangis trs.. Saya sadar, karena anak saya sedang bersentuhan kulitnya dgn ibunya yg sedang memendam amarah… Beda dgn kalau saya mengikhlaskan amarah, dengan perasaan lembut dan belaian sayang, hati yg tenang anak saya cepat sekali tidurnya.. Tanpa nangis, tanpa teriak2…

Semoga kita pasangan suami istri bisa sadar, dan semoga yg menjadi suami membaca.. Kadang tidak semua permasalahan ada dr istri, dan perlu di ketahui.. Tidak ada anak adalag ujian, belum punya anak adalah ujian, dikasih anak itupun ujian… Jangan sampai kita menyalahlan anak atas kesalahannya, yg salah adalah KITA orangtuanya.. Kitalah yg melahirkan, kita yg membesarkan, kita yg mendidik, jd saat anak melakukan kesalahan kita evaluasi… Apakah kita sudah mendidik anak kita dengan benar atau belum? ? ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: